Pengenalan Fitur Radiografi Umum di Si-INTAN di Kota Pontianak
Monday, 12 November 2018

Pengenalan aplikasi berbasis web untuk sistem manajemen data dosis radiasi pasien radiologi dilakukan di Kota Pontianak pada Tanggal 8 November 2018 yang diikuti oleh 14 perwakilan dari rumah sakit negeri dan swasta yang terdiri dari Petugas Proteksi radiasi (PPR), radiographer, fisikawan medis, dan perwakilan manajemen rumah sakit. Kegiatan ini dikhususkan untuk pengenalan fitur menajemen data dosis pasien untuk pemeriksaan dengan menggunakan pesawat sinar-X radiografi umum (general purpose radiography).

Para peserta diperkenalkan mengenai salah satu aspek proteksi dan keselamatan radiasi yaitu optimisasi dan implementasinya yang dikhususkan untuk pasien. Upaya optimisasi yang dapat dijalankan sehingga keselamatan radiasi bagi pasien dapat terjamin adalah:

  1. pemilihan modalitas sinar-X yang sesuai dengan penggunaannya,
  2. adanya program kalibrasi atau pengujian rutin,
  3. tersedianya semua prosedur yang terkait dengan penggunaan radiasi,
  4. adanya sistem dosimetri pasien,
  5. menjalankan program jaminan mutu, dan
  6. implementasi tingkat panduan diagnostik (Diagnostic Reference level, DRL).

Setelah sesi pengenalan DRL dan kegunaannya, maka dilanjutkan introduksi mengenai aplikasi untuk mengumpulkan data dosis pasien yaitu Si-INTAN dan cara penggunaannya. Setelah sesi presentasi, para peserta diberi kesempatan untuk melakukan registrasi, input data dan mejelajah aplikasi Si-INTAN.

Dalam diskusi diperoleh beberapa masukan diantaranya:

  1. Diusulkan selain parameter berat badan pasien, juga disediakan kolom isian tebal target penyinaran (pasien).
  2. Pasien dibedakan dalam 3 kelompok umur berpotensi membuat kesulitan dalam melakukan pemilahan dan input datanya jika beban kerja pasien per bulan sangat banyak.
  3. Pengelompokan usia juga menunjukkan bahwa risiko radiasi pada kelompok usia juga berbeda.
  4. Peserta menanyakan contoh yang terjadi di kota besar seperti Jakarta dalam hal banyaknya aplikasi dan integrasinya sehingga mempermudah dalam manajemen data dosis pasien.
  5. Format laporan hasil uji kesesuaian pesawat sinar-X yang tidak seragam, khususnya ada yang memuat informasi data keluaran radiasi, dan ada yang tidak mencantumkan informasi data keluaran radiasi. jika tidak ada informasi data keluaran radiasi, apa yang harus dilakukan?
  6. Dibutuhkan perubahan SOP untuk logbook pasien, dengan memasukkan beberapa parameter yang belum ada, seperti umur, berat badan, jarak pasien dari tabung sinar-X.















Dipromosikan dan dikembangkan atas kerjasama: