Upaya Peningkatan Proteksi Radiasi dalam Penggunaan Radiasi Bidang Kesehatan
Wednesday, 05 December 2018



Pada Tanggal 1 – 3 Oktober 2018, peserta dari 22 negara anggota dan 8 organisasi profesional berkumpul dalam sebuah pertemuan di IAEA membahas upaya untuk meningkatkan budaya keselamatan radiasi dalam pelayanan kesehatan.

Perwakilan dari negara anggota terdiri dari personil yang bekerja di radiologi, kedokteran nuklir, dan radioterapi. Mereka membagikan pengalamannya mengenai cara memperkuat budaya keselamatan di institusi dan negara mereka sendiri. Para professional yang hadir terdiri dari dokter, fisikawan medis, radiografer dan badan pengawas.

Pertemuan yang juga didukung oleh organisasi kesehatan dunia WHO, memberikan hasil yang menyatakan bahwa cara terbaik dalam meningkatkan budaya keselamatan dapat dilakukan dengan atau melalui pelatihan, webinar (pembelajaran jarak jauh secara online), sistem pembelajaran tentang insiden, dan penggunaan situs web RPOP IAEA atau sejenisnya.

Beberapa potensi yang dapat diidentifikasi dari pertemuan ini untuk memperkuat budaya keselamatan adalah:

  • meningkatkan kepedulian awareness,
  • menyediakan materi pelatihan,
  • menanamkan budaya keselamatan ke dalam praktik proteksi radiasi.

Beberapa tantangan yang diidentifikasi dalam upaya penerapan budaya keselamatan adalah:

  • budaya nasional atau lokal, organisasi, dan fasilitas yang berbeda-beda;
  • Jumlah tenaga profesional bidang medis yang bekerja di radiologi, kedokteran nuklir dan radioterapi;
  • keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Para peserta juga sepakat bahwa kerja sama dengan organisasi profesional, kementerian kesehatan, badan pengawas dan kelompok advokasi pasien dapat membantu mendukung keberhasilan implementasi budaya keselamatan.

Referensi: https://www.iaea.org/sites/default/files/18/10/rpop-meeting-report-safety-culture.pdf








Dipromosikan dan dikembangkan atas kerjasama: