BAPETEN AKAN MEMBERIKAN PENGANUGERAHAN Si-INTAN AWARD PADA TAHUN 2017

Monday, 01 May 2017


1.    LATAR BELAKANG
Pemanfaatan radiasi pengion untuk kesehatan di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, hal tersebut dapat diketahui dari semakin banyaknya modalitas sumber radiasi pengion yang digunakan dan jenis tindakan medis yang dilakukan dengan bantuan radiasi.

Selain itu tren peningkatan juga diperoleh dari indikator jumlah izin yang dikeluarkan oleh BAPETEN dalam penggunaan radiologi diagnostik dan intervensional. Penggunaan radiasi tersebut harus dilakukan pengawasan untuk menjamin proteksi dan keselamatan pekerja, pasien, dan masyarakat.

Pada Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 (PP 33/2007) yang mengatur keselamatan radiasi terhadap pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup, dapat diketahui bahwa salah satu syarat proteksi yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan radiasi adalah optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi. Maksud dari optimisasi ini adalah suatu upaya untuk membuat dosis yang diterima serendah mungkin yang dapat dicapai dengan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi. Pada radiologi diagnostik dan intervensional, optimisasi dapat dimaknai sebagai suatu usaha untuk membuat dosis yang diterima oleh pasien serendah mungkin dengan tetap menjaga kualitas citra seoptimal mungkin.


Upaya yang ditempuh untuk menjaga dosis radiasi yang diterima pasien seminimal mungkin adalah dengan menyelenggarakan program sistem manajemen dosis pasien di fasilitas radiologi diagnostik dan intervensional. Pada program sistem manajemen dosis pasien, akan tergambar upaya pemegang izin dalam :
a.    menyediakan modalitas yang berkinerja baik, sumber daya manusia yang kompeten, dan prosedur operasional yang memadai.
b.    Mengidentifikasi dosis radiasi untuk tiap jenis penyinaran dan kelompok pasien
c.    Mengumpulkan dan membuat profil sebaran data dosis pasien
d.    Analisis sebaran dosis pasien
e.    Mengambil keputusan mengenai reference level dari sebaran data dosis
f.    Melaksanakan dan mereviu reference level yang telah ditetapkan
g.    Memutuskan reference level baru untuk tiap periode

Pada sistem manajemen dosis pasien, pemegang izin harus menunjukkan upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien, menyediakan eviden untuk kajian potensi risiko radiologik, penyusunan reference level, indikator jaminan mutu radiologi, audit klinik dan medico legal.

Berdasarkan amanat UU No. 10 Tahun 1997, badan pengawas (BAPETEN) melakukan pembinaan berupa bimbingan dan penyuluhan mengenai pelaksana upaya yang menyangkut keselamatan dan kesehatan pekerja dan anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Sehingga dapat dipahami bahwa BAPETEN sebagai memiliki tugas melakukan pembinaan dengan untuk mendorong, mempromosikan, memberi asistensi, dan memfasilitasi terhadap para pemegang izin dan jajarannya dalam mewujudkan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi.

Oleh karena itu, BAPETEN membuat sebuah portal aplikasi pengumpulan data dosis pasien berbasis web yang diberi nama Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional (Si-INTAN). Portal web ini dapat di akses melalui situs http://idrl.bapeten.go.id atau ke web www.bapeten.go.id pada menu layanan BAPETEN, pilih Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional (Si-INTAN) pada panel sebelah kiri web.

Portal web tersebut dapat dimanfaatkan secara independen dan mandiri oleh pemegang izin sebagai sarana untuk melakukan pengumpulan dan pengelolaan data dosis pasien sebagai bagian dari sistem manajemen dosis.
Outcome yang diharapkan dari sistem aplikasi Si-INTAN adalah:
a. Terbangunnya sistem yang berkelanjutan untuk manajemen dosis pasien radiologi diagnostik dan intervensional yang memungkinkan adanya perbaikan dan reviu secara berkala.
b. Indonesia memiliki sebuah profil dosis pasien untuk tiap jenis pemeriksaan radiologi diagnostik dan intervensional sebagai bahan kebutuhan untuk pengawasan yang lebih baik.
c. Rumah sakit atau klinik memiliki tool untuk upaya optimisasi proteksi dan keselamataan radiasi bagi pasien dan sebagai upaya pelaporan pemantauan dosis pasien (manajemen dosis pasien).
d. Rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan dapat memiliki DRL lokal.
e. Indonesia memiliki DRL Nasional sesuai dengan sumber dayanya yang memungkinkan untuk di update dan reviu secara berkala.

Dalam rangka memberikan motivasi dan apresiasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah memanfaatkan aplikasi Si-INTAN dan telah memiliki program system manajemen dosis pasien melalui aplikasi tersebut, maka BAPETEN akan menyelenggarakan penganugerahan penghargaan berupa Si-INTAN Award untuk pertama kalinya pada Tahun 2017.

Penghargaan ini terinspirasi dari penghargaan serupa yang diberikan oleh FDA Amerika Serikat kepada lembaga atau institusi yang menerapkan program optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien.

2.    MAKSUD DAN TUJUAN
MAKSUD
Untuk memberikan semangat, motivasi, dorongan, dan memacu para pengelola rumah sakit atau klinik untuk selalu meningkatkan upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien memalui system manajemen dosis pasien.
TUJUAN
a.    Menyediakan sistem aplikasi berbasis web yang memudahkan pemegang izin dalam melakukan upaya optimisais proteksi.
b.    Memberikan inovasi bagi pemegang izin untuk aktif dalam proteksi dan keselamatan radiasi.
c.    Meningkatkan daya saing positif dalam upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi.
d.    Melakukan sharing upaya yang ditempuh dan pembelajaran diantara para pemegang izin dalam sistem manajemen dosis pasien.

3.    KATEGORI
Penghargaan ini diberikan kepada pemegang izin dan/atau personil yang mewakili dari institusi yang memiliki dan menyelenggarakan program sistem manajemen dosis radiasi pasien melalui aplikasi Si-INTAN yang ditandai dengan:
a.    Memiliki izin penggunaan pesawat sinar-X CT Scan atau fluoroskopi intervensional dari BAPETEN yang masih berlaku.
b.    Sudah dilakukan uji kesesuaian untuk modalitas tersebut di atas (ada verifikasi indikator dosis).
c. Surat keterangan/pernyataan dari institusi yang menunjuk personil tertentu (fisikawan medik/PPR/radiografer/Tim) sebagai kontak person untuk sistem manejemen dosis pasien.
d.    Memiliki akun dalam aplikasi Si-INTAN
e.    Berkontribusi aktif dalam input data dosis pasien dalam aplikasi Si-INTAN
f.    Memiliki dokumen program sistem manajemen dosis pasien, khususnya untuk CT Scan dan fluoroskopi intervensional (SOP manajemen dosis pasien)
g.    Memiliki indikator mutu radiologi berupa nilai diagnostic reference level (DRL) untuk pemeriksaan CT Scan dan fluoroskopi intervensional dari aplikasi Si-INTAN

4.    SASARAN & PESERTA
SASARAN
Si-INTAN Award merupakan ajang penghargaan bagi pemegang izin sebagai salah satu bentuk kontribusi BAPETEN dalam upaya pembinaan pelaksanaan upaya optimisasi proteksi radiasi dan keselamatan radiasi bagi pasien.
PESERTA
Nominasi penghargaan akan diberikan kepada peserta yang memiliki dan menggunakan akun Si-INTAN serta aktif berpartisipasi untuk aplikasi sistem manajemen dosis pasien di institusinya.

5.    WAKTU PELAKSANAAN
Periode penilaian mulai pada Bulan Oktober 2016 sampai dengan Bulan Nopember 2017. Penganugerahan award dilaksanakan bersamaan dengan diselenggarakannya workshop sistem manajemen dosis pada bulan Desember 2017.

6.    LOGO
Logo Si-INTAN Award 2017 adalah sebagai berikut:


7.    PENUTUP
Demikian kerangka acuan kegiatan penganugerahan Si-INTAN Award Tahun 2017 untuk dapat menjaga motivasi dalam mengambil peran positif. Besar harapan kami upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien dapat terlaksana melalui implementasi DRL dari Si-INTAN.




Kepala P2STPFRZR - BAPETEN


DR. Syahrir, M.Sc.