Pertemuan Teknis dan Pengenalan Si-INTAN Terakhir di Tahun 2017

Wednesday, 15 November 2017

Sebagai upaya pengenalan aplikasi Si-INTAN maka diselenggarakan beberapa pertemuan teknis untuk para pengguna. Pertemuan teknis memiliki tujuan untuk memperkenalkan dan mendemokan aplikasi SI-INTAN sehingga dapat digunakan untuk media sistem manajemen data dosis pasien dan penetapan Diagnostic Reference Level (DRL) lokal dan nasional.
Pada Tanggal 26 Oktober dan 2 Nopember 2017 ini diselenggarakan pertemuan teknis di Kota Denpasar, Bali dan Purwokerto, Jawa Tengah.
Pertemuan teknis ini, selain memperkenalkan fitur yang sudah ada di Si-INTAN, juga sebagai ajang pengenalan fitur baru di Si-INTAN yaitu fitur radiografi umum (General Purpose).

Beberapa diskusi dan masukan yang diperoleh saat pertemuan tersebut diantaranya:
  • dari segi pengadaan pesawat sinar-X yang dilengkapi dengan indikator dosis, maka BAPETEN harus memberikan sosialisasi ke pihak rekanan/supplier agar dalam memberikan penawaran alat juga menyarankan dilengkapi dengan indikator dosis, tindaklanjutnya, kedepan indikator dosis bukan sebagai pilihan lagi tetapi harus menyatu dengan pembelian sinar-X.
  • pada fitur radiografi umum yang tidak memiliki indikator dosis sudah difasilitasi di aplikasi Si-INTAN, bagaimana dengan yang sudah punya indikator dosis seperti skin dose dan DAP?, tindaklanjutnya segera disediakan kolom inputan untuk skin dose dan DAP.
  • pada fitur radiografi umum, perlu ditambahkan kolom isian mengenai media pengolah citranya, menggunakan CR/DR atau film konvensional. Penggunaan CR dan DR berpotensi memberikan dosis yang lebih tinggi ke pasien sehingga perlu juga diidentifikasi media pengolah citra yang digunakan.
  • keterkaitan DRL dengan Uji Kesesuaian (UK), kalau pesawat sinar-X lolos UK artinya alat sudah standar jadi dari segi dosis juga harusnya standar atau ada korelasinya. apa ada misal: alat lolos UK tetapi memberikan dosis yang di atas DRL?
  • perlunya dibuat suatu standar operasional prosedur di RS untuk menetapkan DRL, tindak lanjut, bahwa RS perlu membuat dan menetapkan SOP terkait sistem manajemen data dosis pasien yang memuat didalamnya perekaman data dosis sampai penetapan nilai DRL Lokal RS dan berkontribusi ke nasional dalam rangka penetapan DRL Nasional.
  • pada inputan data dosis CT Scan, tidak dapat input data yang bentuknya pecahan desimal, kalau disubmit nilainya jadi pembulatan, tindak lanjutnya, segera akan diupdate mengenai model inputan datanya.
  • apakah pembelian pesawat sinar-X yang dilengkapi dengan indikator dosis sudah menjadi ketentuan regulasi? jawaban, dalam draft revisi Perka BAPETEN No. 8 Tahun 2011, indikator dosis sudah masuk dalam faktor teknis yang harus ada pada pesawat sinar-X.

kami sangat mengapresiasi masukan dan diskusi yang terjadi dalam pertemuan teknis tersebut dan segera menindaklanjuti hal-hal yang dapat segera kami perbaiki.
Dari hasil pertemuan ini, para pengguna akan mengenal tentang konsep, cara menetapkan, dan implementasi DRL. Setelah itu, tahap awal yang harus dilakukan adalah mengubah dan memperbaiki rekaman data dosis ataupun kondisi penyinaran yang sudah dilakukan, misalnya dalam logbook pasien perlu ditambah informasi mengenai berat badan pasien, jarak fokus ke pasien, data radiation output dari UK, dan data dosis (jika sudah ada indikator dosis) sehingga dapat diprediksi perkiraan dosis yang diterima oleh pasien.