Si-INTAN hadir di Kota Solo

Monday, 10 September 2018

Pengenalan aplikasi Si-INTAN sebagai sebuah alat bantu untuk registri dosis radiasi pasien yang menjalani pemeriksaan dengan modalitas sumber radiasi pengion dilaksanakan di Kota Solo pada Tanggal 6 September 2018. Pengenalan itu dihadiri oleh perwakilan rumah sakit di daerah Solo dan sekitarnya.

Pada sesi pembukaan, DR. Syahrir menyatakan bahwa BAPETEN berkomitmen untuk memberikan perlindungan pada pasien radiologi dengan menyediakan sebuah aplikasi berbasis web untuk inputan data dosis dan kondisi penyinaran yang diberi nama Si-INTAN. Slah satu outcome Si-INTAN adalah ditetapkannya Tingkat Panduan Diagnostik (Diagnostic Referenc Level, DRL) Nasional Indonesia dan lokal rumah sakit.

Presentasi berikutnya mengenai pengenalan DRL dan aplikasi SI-INTAN oleh Rusmanto, yang memberikan informasi bahwa DRL telah terbukti (proven) menjadi alat yang efektif untuk optimisasi proteksi radiasi pada paparan medik di radiologi diagnostik dan intervensional atau pun kedokteran nuklir. Karena sebagai alat optimisasi, maka optimisasi tidak cukup hanya dengan memperoleh dan menetapkan nilai DRL. Namun, nilai DRL tersebut harus diimplementasikan.

Implementasi DRL dilakukan dengan:

  1. Mencatat pasien-pasien yang memiliki nilai dosis melebihi DRL. Catatan itu dapat dibuat per bulan, sehingga nanti dapat diketahui pola bulanan jumlah pasien yang melebihi DRL.
  2. Fasilitas dapat menetapkan nilai mutu untuk audit dosis dengan DRL, misalnya jumlah dosis pasien yang melebihi DRL <= 5% dari jumlah pasien.
  3. Mengidentifikasi penyebab dosis pasien melebihi DRL, kemudian diambil langkah perbaikannya sehingga tidak terulang kembali.
  4. Apabila diketemukan penyebab pasien melebihi DRL dan secara klinis tidak dapat dihindari maka dibuat suatu pernyataan bahwa pasien memperoleh dosis melebihi DRL karena ukuran tubuh pasien, permintaan dokter untuk citra yang bagus, atau tuntutan prosedur yang dijalani mengakibatkan dosis tinggi.    
  5. Mencatat dosis dan kondisi pemeriksaan yang nilainya kurang dari DRL, untuk di inputkan di Si-INTAN, sehingga DRL periode selanjutnya dapat berkurang dari DRL yang ditetapkan sebelumnya.

 


Presentasi selanjutnya, mengenai tata cara registrasi dan input data di Si-INTAN oleh Ida Bagus Gede Putra Pratama. Pada sesi ini dijumpai beberapa kendala yang muncul dari peserta diantaranya:

  1. Kalau jumlah pasien terbatas, dalam 1 bulan tidak ada 20 pasien. Inputan data dosis dapat dilanjutkan di bulan selanjutnya sampai tercapai jumlah minimal, namun jika diperkirakan dalam 1 tahun jumlah minimal tidak tercapai maka dapat menghubungi admin Si-INTAN untuk dipertimbangkan dapat disubmit dengan jumlah 10 data.
  2. Hasil uji kesesuaian tidak memberikan data keluaran radiasi yaitu data variasi kV vs dosis (mGy) mulai dari kV terendah sampai kV tertinggi yang biasa dipakai untuk pelayanan atau disesuaikan dengan spesifikasi modalitasnya.