Pengenalan Fitur baru Si-INTAN di Kuta, Bali

Saturday, 03 November 2018

Pada Tanggal 18 Oktober 2018 di Kuta, Bali diselenggarakan acara pembinaan teknis pengenalan fitur baru aplikasi Si-INTAN yaitu fitur manajemen data dosis radiasi pasien dengan pemeriksaan menggunakan pesawat sinar-X radiografi umum (general purpose radiography). Acara ini di hadiri sekitar 32 peserta perwakilan dari rumah sakit di daerah Bali.

Pada sesi acara, diperkenalkan mengenai konsep dan implementasi Tingkat Panduan Diagnostik (Diagnostik Reference Level, DRL) dalam upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien, Pengenalan Aplikasi SI-INTAN dan tata cara penggunaannya.

Sebagaimana diketahui bahwa penggunaan sumber radiasi pengion sinar-X berpotensi memberikan paparan radiasi yang tidak diperlukan (unnecessary exposure) pada pasien. Hal ini ditunjukkan oleh IAEA yang menyatakan bahwa 40% radiasi yang diterima oleh pasien tidak berguna dalam dalam rangka pencitraan diagnostik. Artinya, masih dibutuhkan upaya optimisasi sehingga radiasi yang diberikan ke pasien itu sesuai dengan kebutuhan untuk menghasilkan citra yang memberi informasi diagnostik yang memadai/optimal. Salah satu tool yang sudah terbukti nyata (proven) adalah menggunakan DRL.

Berikut ini beberapa hal yang terkait dengan gambaran mengenai DRL:

  1. DRL telah terbukti (proven) menjadi alat yang efektif untuk optimisasi proteksi radiasi bagi pasien
  2. DRL adalah proses, yaitu berupa siklus untuk menetapkan nilai DRL, menggunakannya sebagai alat untuk optimisasi, dan kemudian menentukan nilai DRL yang diperbarui sebagai alat untuk optimasi lebih lanjut)
  3. DRL, digunakan sebagai alat investigasi untuk optimisasi proteksi radiasi bagi pasien, mengidentifikasi dosis yang tidak perlu
  4. DRL,dikuantifikasi dari nilai radiasi dalam besaran yang umum dan mudah ditentukan/diukur yang memiliki link dengan dosis pasien atau yang  merepresentasikan jumlah radiasi pengion yang digunakan untuk pencitraan
  5. Secara Nasional, nilai DRL ditetapkan pada 75 persentil (kuartil 3) dari distribusi median yang berasal dari DRL lokal.
  6. Nilai DRL tidak statis, optimisasi harus terus berlanjut, melalui peningkatan hardware dan software, nilai DRL harus di-update secara reguler. Ketika teknik pencitraan baru diperkenalkan, maka perlu ditetapkan nilai DRL yang sesuai. Penggunaan aplikasi software untuk pengumpulan dan pengelolaan data dosis dapat mempermudah proses penetapan dan pemutakhiran nilai DRL.
  7. DRL tidak ditujukan untuk digunakan dalam terapi radiasi (radioterapi), tetapi DRL harus dipertimbangkan dalam pencitraan untuk perencanaan perawatan (treatment planning), uji coba pengobatan (treatment rehearsal), dan verifikasi set-up pasien di radioterapi

 Rumah sakit dapat menggunakan aplikasi Si-INTAN untuk sistem manajemen dosis radiasi pasien radiologi dan untuk memenuhi aspek manajemen dosis radiasi yang di persyaratkan oleh komite akreditasi rumah sakit (KARS).

Berikut ini alur optimisasi dosis pasien menggunakan DRL:


Selain itu, rumah sakit sebelum menerapkan manajemen dosis radiasi sebaiknya membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Dosis Radiasi Pasien Radiologi. Berikut ini link contoh SOP terkait manajemen dosis pasien: SOP terkait manajemen dosis pasien