PENENTUAN NILAI DRL

Thursday, 01 September 2016

Setelah data dosis diperoleh, maka dilakukan analisis dengan menggunakan sebaran data yang ada ditentukan nilai kuartil 3 (75 persentil). Nilai yang diperoleh pada kuartil 3 tersebut yang kemudian dinamakan dengan nilai DRL.

Nilai DRL ini dapat digunakan sebagai acuan (base line) pada pemeriksaan radiologi diagnostik dan intervensional. Artinya, setelah nilai DRL ditetapkan maka nilai tersebut digunakan sebagai perbandingan dengan perkiraan dosis yang diterima pasien selama 1 - 2 tahun ke depan tergantung kemampuan sumber daya.

Apabila diperoleh pemeriksaan yang dosisnya melebihi DRL maka dicatat dan dievaluasi penyebab melebihi DRL. Setelah diketahui penyebabnya maka diambil tindakan perbaikan sesuai dengan kemampuan sumber daya yang ada. Misal: diperoleh nilai lebih tinggi dari DRL karena kondisi penyinaran atau faktor eksposi yang digunakan terlalu besar mAs-nya. Hal ini terjadi karena belum ada prosedur penyinaran atau panduan pemilihan faktor eksposi, maka dapat diambil tindakan koreksi untuk pemeriksaan tersebut dibutuhkan prosedur atau panduan pemilihan faktor eksposi sehingga penyEbab seperti itu tidak terulang di masa yang akan datang.

Reviu juga harus dilakukan pada teknologi baru jika keberadaan teknologi baru dapat meningkatkan nilai DRL.

Dengan menindaklanjuti temuan dosis yang melebihi DRL (DRL1), maka data dosis pasien pada tahun berlakunya DRL1 akan mayoritas berada di bawah DRL1, dan pada periode selanjutnya, data dosis pada masa berlakunya DRL1 ini digunakan untuk menetapkan nilai DRL2. Sehingga nilai DRL2 lebih kecil dari DRL1, begitu seterusnya.

UPAYA UNTUK MEMPERMUDAH MENETAPKAN DRL
Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan modalitas radiasi pengion, diharapkan melakukan:
a)    upaya pelaksanaan survei pengumpulan data dosis pasien secara rutin;
b)    pembelian pesawat sinar-X yang dilengkapi dengan indikator dosis seperti CTDI utk CT Scan, dan DAP untuk radiografi dan fluoroskopi;
c)    pencatatan atau rekaman data dosis tiap penyinaran secara rutin.
d)    program jaminan mutu, dengan menjadikan nilai DRL sebagai salah satu indikator mutu radiologi.

FASILITAS PENGELOLAAN DATA DOSIS PASIEN SECARA ONLINE
BAPETEN menyediakan sebuah aplikasi berbasis web untuk pengelolaan data dosis pasien secara online yang diberi nama Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional (Si-Intan). Aplikasi ini dapat diakses melalui web resmi BAPETEN yaitu www.bapeten.go.id atau link langsung http://idrl.bapeten.go.id

Pada tahap pertama, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengelola dosis pasien pada pemeriksaan CT Scan. Pada tahap selanjutnya akan dikembangkan ke arah fluoroskopi, kedokteran nuklir, mamografi, radiografi umum, dan radiologi gigi.

Setiap fasilitas pelayanan kesehatan dapat berpartisipasi dalam pengelolaan dosis Si-Intan jika memiliki akun. Setiap fasilitas hanya dapat memiliki 1 (satu) akun. Akun akan diberikan jika sudah lengkap melakukan registrasi di aplikasi Si-Intan.

Data yang dimasukkan ke dalam aplikasi Si-Intan hanya dapat diketahui oleh pemilik akun itu sendiri. Jadi setiap pemilik akun hanya dapat mengelola data yang telah dimasukkannya. Dari data yang dimasukkan, pemilik akun dapat melihat distribusi data dan memperoleh nilai DRL lokal.

BAPETEN secara nasional akan menerima data dari setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang berpartisipasi dalam aplikasi Si-Intan untuk dijadikan rujukan penetapan nilai DRL Nasional.