KADORISKA: sebuah tool untuk edukasi pasien, keluarga pasien, publik, dan professional tentang radiasi pengion di medik

Tuesday, 15 October 2019

Sebagaimana diketahui dalam PP No. 33 Tahun 2007 menyatakan bahwa penggunaan sumber radiasi pengion harus memenuhi prinsip justifikasi, yaitu manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan.  

Kemudian dalam IAEA GSR Part 3, 2014 dinyatakan bahwa “pemegang izin harus memberikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien mengenai manfaat dan risiko dari tindakan diagnostik atau pun terapi dengan radiasi yang akan dijalaninya”.

Terminologi terkait proteksi radiasi mungkin saja belum dipahami oleh orang yang bukan ahlinya, seperti satuan dosis radiasi, risiko, probabilitas nominal, koefisien stokastik. Kemudian, ketika pasien atau keluarga pasien bertanya tentang dosis radiasi, sebenarnya mereka khawatir tentang risiko yang berpotensi diterima terkait radiasi pengion.

Pola komunikasi yang tepat untuk diberikan kepada pasien, keluarga pasien, anggota masyarakat, bahkan ke kalangan profesional mengenai risiko radiasi pengion dalam medik ini perlu diperhatikan.

Pola komunikasi ini yang menjadi salah satu tantangan implementasi proteksi radiasi di bidang medik. Hal itu terlihat dalam Bonn Call for Action bagian aksi nomor 9 yaitu mengembangkan pola dialog manfaat-risiko, yang dalam uraiannya ada 3 tindakan yang harus dilakukan yaitu:

1.  Meningkatkan kesadaran atau kepedulian tentang manfaat dan risiko radiasi untuk kalangan professional kesehatan, pasien, dan anggota masyarakat.

2.  Mendukung peningkatan kemampuan komunikasi risiko para penyedia layanan kesehatan dan professional proteksi radiasi.

3.  Bekerja menuju proses pengambilan keputusan yang terinformasi secara aktif untuk pasien.

BAPETEN sebagai badan pengawas memiliki perhatian yang serius terhadap penyediaan informasi yang memadai mengenai manfaat dan khususnya risiko radiasi yang berpotensi diterima oleh pasien saat menjalani tindakan medis dengan radiasi pengion.

BAPETEN menyediakan sebuah tool untuk media edukasi dan komunikasi bagi pasien, keluarga pasien, anggota masyarakat dan professional terkait risiko radiasi yang diberi nama KADORISKA (Kalkulasi Dosis Efektif dan Risiko Kanker).


KADORISKA dapat diakses oleh anggota masyarakat yang membutuhkan informasi dosis radiasi untuk tiap jenis pemeriksaan diagnostik melalui halaman web BAPETEN dengan mengklik Aplikasi Si-INTAN atau melalui tautan berikut: https://idrl.bapeten.go.id/index.php/site/risk_calculator

Informasi risiko yang ditawarkan oleh KADORISKA adalah memberikan informasi besarnya dosis radiasi untuk tiap jenis pemeriksaan dan juga memberikan informasi risiko yang terkait dengannya.

Ada berberapa perbandingan antara dosis radiasi yang diterima saat pemeriksaan dengan dosis radiasi secara umum yang diterima dalam menjalani aktivitas manusia secara umum.

Misal: pemeriksaan Chest PA untuk pasien dewasa laki-laki usia 25 tahun diperkirakan memperoleh dosis serap 0,6 mGy, dan hasil hitung dosis efektif menjadi 0,078 mSv dengan perkiraan risiko munculnya kanker 0,000778%.

Kemudian informasi yang muncul bahwa hasil tersebut menunjukkan :

1. adanya peluang 1 dari 100.000 individu berpotensi terkena kanker, atau

2. ada sekitar 99,999% pemeriksaan dengan radiasi tersebut berpotensi tidak menimbulkan efek radiasi, atau

3. nilai dosis tersebut setara kalau kita makan buah pisang sebanyak 780 buah, atau

4. nilai dosis tersebut setara kalau kita terbang dari Jakarta ke Jeddah PP sebanyak 2 kali, atau

5. nilai dosis tersebut setara dengan merokok sebanyak 13 batang.


Selain itu nanti akan disajikan mengenai “kualifikasi risiko” sebagaimana gambar berikut:


Semoga dengan adanya KADORISKA ini dapat dimanfaatkan oleh anggota masyarakat yang membutuhkan. Masukan dan saran dapat juga di berikan ke kami melalui idrl@bapeten.go.id untuk perbaikan kedepan.