PENGENALAN FITUR BARU APLIKASI Si-INTAN VERSI 2.0

Monday, 19 September 2016

BAPETEN sebagai badan pengawas memiliki tugas pembinaan yang salah satunya dengan mendorong, mempromosikan, memberi asistensi terhadap para pemegang izin dan jajarannya dalam mewujudkan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi. Oleh karena itu, BAPETEN membuat dan menyediakan sebuah portal aplikasi data base pengumpulan data dosis pasien berbasis web yang diberi nama Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional (Si-INTAN).

Portal web ini dapat di akses melalui situs http://idrl.bapeten.go.id.

Aplikasi Si-INTAN yang digunakan oleh para pemegang izin sebagai salah satu tool dalam sistem pemantauan dan pelaporan dosis pasien dalam pemeriksaan radiologi diagnostik dan intervensional sudah memasuki versi 2.0. Pengenalan Si-INTAN versi 2.0 ini dilaksanakan pada Tanggal 2 September 2016 di Jakarta.

 

  

Pada Si-INTAN versi 1.0 diperkenalkan dan disediakan sarana untuk inputan data indikator dosis pasien pada pemeriksaan CT Scan. Pemegang izin dapat menginputkan data indikator dosis pasien untuk berbagai jenis pemeriksaan pada CT Scan. Data yang dimasukkan selanjutnya dapat disimpan, dianalisis, dan diekspor untuk digunakan sebagai database pemetaan data dosis untuk tiap jenis pemeriksaan, sistem manajemen dosis pasien, dan menentukan sebuah nilai tingkat panduan dosis (Diagnostic Reference Levels).

Pada Si-INTAN versi 2.0 merupakan perbaikan dari versi sebelumnya setelah ada banyak masukan dari para pengguna dan penambahan fitur baru yaitu sarana pemantauan dosis untuk pemeriksaan pasien dengan fluoroskopi. Pemeriksaan fluoroskopi diutamakan untuk modalitas yang sudah memiliki indikator dosis, seperti modalitas untuk tindakan intervensional yaitu angiografi, c-arm mobile, dan fluoroskopi konvensional. Bagi modalitas yang belum memiliki indikator dosis, belum dapat berpartisipasi dalam aplikasi ini. Selain itu fitur baru Si-INTAN 2.0 ini juga lebih mudah untuk digunakan baik akses masuk maupun input data.

Program ke depan, dalam rangka implementasi Si-INTAN, kami mulai merintis kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (KEMENKES) dan organisasi profesi fisikawan medik yaitu Asosiasi Fisikawan Medik Indonesia (AFMI) dan Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI). Selain itu juga akan merintis kerjasama dengan beberapa pihak yang berkepentingan dalam upaya optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi khususnya bagi pasien.