PENGENALAN APLIKASI Si-INTAN VERSI 2.0 di YOGYAKARTA

Monday, 17 October 2016

Setelah diperkenalkan aplikasi Si-INTAN versi 2.0 di Jakarta pada Tanggal 2 September 2016, pengenalan aplikasi ini selanjutnya dilakukan di daerah Yogyakarta pada Tanggal 15 September 2016. Para peserta sangat antusias dan memiliki ketertarikan yang besar terkait aplikasi Si-INTAN. Hal ini dapat diketahui dari saran dan masukan yang diberikan untuk implementasi aplikasi ini kedepan.

Sebagaimana diketahui, aplikasi ini dapat digunakan apabila modalitas sumber radiasi pengion yang dimiliki oleh rumah sakit sudah dilengkapi dengan indikator dosis radiasi. Yang dimaksud indikator dosis ini adalah pada software pengoperasian modalitas tersebut sudah dilengkapi dengan nilai-nilai CTDI dan DLP untuk modalitas CT Scan, dan nilai Dose Area Product (DAP) atau Kerma Area Product (KAP), laju kerma, atau kerma total pada modalitas fluoroskopi.
Nilai-nilai tersebut biasanya tertampil di monitor konsol saat pemilihan kondisi penyinaran atau protokol penyinaran (pre scan) atau setelah penyinaran dilakukan (post scan) untuk CT Scan dan untuk fluoroskopi akan tertampil di monitor konsol selama penyinaran dilangsungkan dan setelah pemeriksaan dilakukan. Nilai-nilai indikator dosis tersebut akan tersimpan pada data DICOM pasien setelah menjalani pemeriksaan sebagai dose report.

Namun kenyataannya, ada beberapa modalitas yang nilai indikator dosis itu tertampil di monitor konsol selama pemeriksaan berlangsung, namun tidak tersimpan di file DICOM pasien. Hal ini perlu dikomunikasikan dengan vendor untuk memperoleh penjelasan.

Selain itu, data yang dimasukkan ke aplikasi SI-INTAN hendaknya memuat identitas pasien seperti nama dan tanggal pemeriksaan. Sehingga kalau dijadikan sebagai database pemantauan dosis pasien atau rekam dosis pasien akan mudah dalam mencari dan mengidentifikasi besarnya dosis yang diterima oleh pasien tertentu dalam pemeriksaan denganradiasi pengion.

Aplikasi Si-INTAN dapat diakses melalui web www.bapeten.go.id sebagai salah satu bagian Layanan BAPETEN yaitu tab Si-INTAN (Sistem Informasi Data Dosis Pasien).

 

 

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala P2STPFRZR, “sebagus dan secanggih apapun aplikasi ini dibuat jika tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pengguna maka akan tidak ada artinya”. Artinya, mari kita gunakan aplikasi Si-INTAN ini untuk upaya sistem manajemen dosis pasien dalam rangka optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien.

Satu-satunya cara untuk menjaga dosis radiasi seminimal mungkin adalah dengan sistem manajemen dosis. Pada sistem manajemen dosis, dibutuhkan adanya pengumpulan, pemantauan, analisa, pelaporan, dan tindak lanjut terkait data dosis pasien.

Aplikasi Si-INTAN, selain berfungsi sebagai tool untuk manajemen dosis, juga bermanfaat untuk kajian potensi risiko radiologik, penyusunan reference level, sebagai indikator jaminan mutu radiologi, audit klinik dan medico legal.

Aplikasi Si-INTAN akan mendorong adanya peningkatan peran dan kolaborasi antara fisikawan medik, radiografer, dan petugas proteksi radiasi (PPR) di fasilitas radiologi diagnostik dan intervensional. Peningkatan peran harus didukung dengan memperkuat motivasi bagi sumber daya tersebut. Dukungan motivasi dapat berupa reward atau penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada rumah sakit, asosiasi profesi, dan BAPETEN.